Menjaga Kehormatan, Ikhlas, Malu, dan Zuhud
Panduan lengkap perilaku muslim masa kini dengan contoh praktis untuk kehidupan sehari-hari di lingkungan SMK.
Menelusuri Hakikat Cinta, Takut, Harap, dan Tawakal
Rasulullah SAW bersabda bahwa iman memiliki lebih dari 70 cabang (Syua’bul Iman). Fondasi utamanya bukan sekadar ucapan, melainkan keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati (ma'rifatun bil qalbi).
Infografis ini membedah empat dimensi spiritual utama yang menjadi motor penggerak ketaatan seorang mukmin: Mahabbah (Cinta), Khauf (Takut), Raja' (Harap), dan Tawakal (Berserah).
Profil Keseimbangan Hati Seorang Mukmin
"Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah..." (Q.S. Al-Baqarah: 165)
Mahabbah adalah puncak tertinggi ibadah hati. Cinta ini menjadi motor penggerak seluruh amal saleh. Tanpa cinta, ibadah hanyalah ritual kosong tanpa jiwa.
Tingkat Prioritas dalam Hati Mukmin (Konseptual)
Menjaga hati di antara rasa takut akan siksa-Nya dan harapan akan rahmat-Nya.
Rasa takut yang muncul karena sadar akan keagungan Allah. Berfungsi sebagai rem dari maksiat dan sifat sombong.
"...maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku..." (Q.S. Ali 'Imran: 175)
Dua Sayap Burung: Iman tidak terbang tanpa keseimbangan keduanya.
Harapan penuh akan rahmat Allah. Berfungsi sebagai bahan bakar agar tidak putus asa saat gagal atau berdosa.
"...Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..." (Q.S. Az-Zumar: 53)
"Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah." (Q.S. Ali 'Imran: 159)
Berusaha maksimal sesuai hukum sebab-akibat (sunnatullah). Belajar sebelum ujian.
Mengakui kelemahan diri dan memohon kekuatan serta hasil terbaik dari Allah.
Menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada Allah. Hati menjadi damai dan ridha.
Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha (jabariyah), melainkan penyerahan setelah usaha maksimal.
Elemen Aqidah: Menjaga Kehormatan, Ikhlas, Malu, dan Zuhud
Guru Pengampu: Kaniah, S.Ag., M.Pd.I
SMK XI - Semester Genap
1. Bagaimana cara Anda menjaga kehormatan (muru'ah) di lingkungan sekolah?
2. Berikan satu contoh perilaku ikhlas dalam membantu teman tanpa pamer!
3. Apa yang Anda rasakan setelah mempelajari sifat Malu dan Zuhud hari ini?
Bagaimana tingkat kepuasan belajar Anda hari ini?
Hasil pengerjaan Anda telah siap diunduh. Silakan klik tombol di bawah untuk menyimpannya sebagai laporan.
Panduan lengkap perilaku muslim masa kini dengan contoh praktis untuk kehidupan sehari-hari di lingkungan SMK.
Menganalisis makna dan dalil naqli tentang sikap menjaga kehormatan, ikhlas, malu, dan zuhud.
Membiasakan diri berperilaku mulia dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja (PKL).
Muru’ah adalah menjaga tingkah laku agar tetap pada koridor akhlak mulia serta menjaga harga diri sebagai muslim.
... وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ ...
"...laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya..." (QS. Al-Ahzab: 35)
Menolak bolos karena merasa perbuatan itu merendahkan status pelajar.
Tidak posting konten mengumbar aurat demi menjaga nama baik keluarga.
Menjaga adab bicara dengan rekan kerja/guru secara profesional.
Memurnikan niat hanya untuk mencari ridha Allah Swt. dalam setiap amal tanpa mengharap pujian.
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ...
"...tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan..." (QS. Al-Bayyinah: 5)
Mencari ilmu demi keberkahan, bukan sekadar nilai atau peringkat.
Sedekah tanpa posting di status media sosial untuk pamer.
Membereskan alat praktik tanpa diperintah demi tanggung jawab.
Pengendali diri agar tercegah dari perilaku tercela karena sadar Allah selalu mengawasi.
اَلْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيْمَانِ
"Malu itu adalah sebagian dari iman." (HR. Bukhari & Muslim)
Malu menyontek saat ujian meskipun pengawas sedang lengah.
Malu membicarakan aib teman di grup WhatsApp atau secara luring.
Malu jika datang terlambat ke sekolah karena merasa melanggar janji.
Tidak membiarkan hati terikat berlebihan pada dunia. Hidup sederhana & memprioritaskan akhirat.
اِزْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ
"Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu." (HR. Ibnu Majah)
Tidak maksa beli HP mahal jika ekonomi orang tua belum mampu.
Tetap shalat tepat waktu meski sedang asyik bermain game.
Mudah berbagi barang kelebihan yang dimiliki kepada kawan.
Memuat pertanyaan...
0
QS. Ar-Rahman (55): 33 dan Hadis Terkait
Menganalisis makna QS. Ar-Rahman (55): 33 dan hadis tentang IPTEK
Menyajikan keterkaitan antara IPTEK dengan ajaran Islam
Peserta didik mampu menjelaskan kandungan QS. Ar-Rahman (55): 33 tentang IPTEK
Peserta didik mampu menganalisis hadis tentang kewajiban menuntut ilmu
Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh IPTEK yang sesuai ajaran Islam
يٰمَعْشَ���� الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْا ۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍ
"Yā ma'syaral-jinni wal-insi inis-taṭa'tum an tanfużū min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużū, lā tanfużūna illā bisulṭān."
"Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)."
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Ṭalabul-'ilmi farīḍatun 'alā kulli muslim."
(HR. Ibnu Majah)
"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim."
اُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ
"Uṭlubul-'ilma walau biṣ-ṣīn."
(HR. Ibnu 'Adiy)
"Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina."
Menganalisis kandungan QS. Ar-Rahman: 33
Mengidentifikasi IPTEK yang sesuai ajaran Islam
Uji pemahamanmu tentang materi IPTEK dalam Islam
Renungkan apa yang telah kamu pelajari
Kamu telah menyelesaikan seluruh kegiatan LKPD
*File untuk ditanda tangani Guru dan Orang Tua