Sharing and learning Together

Name

Email *

Message *

Monday, 29 December 2025

Refleksi PAI kelas XI bab. 3 Akhlak

Refleksi Interaktif PAI & BP SMK Kelas XI

Lembar Refleksi PAI & BP

Penyakit Sosial: Perkelahian, Miras, & Narkoba

πŸ“ Data Diri Siswa

Evaluasi Belajar

Pilih emoji yang paling menggambarkan pemahamanmu:

Nama Siswa

| Absen:

Hikmah Pembelajaran

Komitmen Diri

Tanda Tangan Siswa

(..........................)

Tanda Tangan Guru & Feedback

(..........................)

© 2024 Media Pembelajaran Interaktif PAI - SMK Unggul

Friday, 28 November 2025

Sejarah Perkembangan islam Indonesia abad 3-7 M (Materi 5 PAI X)

Media Pembelajaran PAI - Sejarah Islam Indonesia

πŸ•Œ Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia (Abad 7-13) πŸ•Œ

Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Guru Pengampu: Kaniah, S.Ag., M.Pd.I

Kelas: X SMK

Elemen: Sejarah Peradaban Islam

🎯 Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Menganalisis peran tokoh ulama dalam penyebaran Islam di Indonesia pada abad ke-7 hingga ke-13
  • Mengevaluasi strategi dakwah yang digunakan para ulama dalam menyebarkan Islam
  • Mensintesis hubungan antara strategi penyebaran Islam dengan kondisi sosial-budaya masyarakat Indonesia
  • Mengkreasi pemahaman tentang relevansi metode dakwah klasik dengan konteks kekinian
  • Menghargai jasa para ulama dalam membangun peradaban Islam di Nusantara
πŸ’‘ Catatan Penting: Pembelajaran ini menggunakan pendekatan HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik.

πŸ—Ί️ Peta Konsep

πŸ“š Alur Penyebaran Islam di Indonesia (Abad 7-13 M)

Mari kita telusuri perjalanan masuknya Islam ke Nusantara!

πŸ•Œ

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

Abad ke-7 sampai ke-13 Masehi

1️⃣

PERIODE WAKTU

πŸ“… Abad 7-8 M

Kontak Awal - Pedagang Muslim tiba di Nusantara

πŸ“… Abad 9-11 M

Pembentukan Komunitas - Kerajaan Perlak berdiri (840 M)

πŸ“… Abad 13 M

Era Kerajaan - Samudera Pasai berdiri (1267 M)

2️⃣

JALUR MASUKNYA ISLAM

🚒 Jalur Maritim

Selat Malaka & pelabuhan-pelabuhan besar

πŸ’° Jalur Perdagangan

Gujarat, Persia, Arab → Nusantara

πŸ‘₯ Jalur Sosial

Pernikahan, diplomasi, persahabatan

3️⃣

TOKOH PENYEBAR ISLAM

🀝 Pedagang Muslim

Berdagang sambil berdakwah dengan akhlak mulia

πŸ“– Ulama & Sufi

Mengajar agama dengan pendekatan spiritual

πŸ‘‘ Sultan & Raja

Pemimpin politik yang masuk Islam

🎨 Seniman & Budayawan

Menyebarkan Islam lewat seni & budaya

4️⃣

STRATEGI PENYEBARAN

���� Ekonomi

Perdagangan yang jujur & adil

πŸ’‘ Pernikahan

Asimilasi dengan keluarga lokal

🏫 Pendidikan

Pesantren & madrasah

🎭 Kebudayaan

Wayang, gamelan, batik Islami

🀲 Tasawuf

Pendekatan spiritual & mistik

��� Keteladanan

Akhlak mulia & kejujuran

5️⃣

KERAJAAN ISLAM PERTAMA

🏰 Kerajaan Perlak

± 840 M - Kerajaan Islam pertama di Nusantara

🏰 Samudera Pasai

1267 M - Raja: Sultan Malik as-Saleh

🏰 Aceh Darussalam

Pusat penyebaran Islam ke Nusantara

6️⃣

BUKTI HISTORIS

πŸͺ¦ Batu Nisan Fatimah

1082 M - Leran, Gresik (bukti Islam di Jawa)

πŸ“œ Catatan Marco Polo

1292 M - Menyebut kerajaan Islam Perlak

⚰️ Makam Sultan Malik

1297 M - Bukti Kerajaan Samudera Pasai

7️⃣

DAMPAK & HIKMAH

🌏 Perubahan Sosial

Masyarakat Indonesia mengenal nilai-nilai Islam

πŸ“š Kemajuan Peradaban

Berkembangnya ilmu pengetahuan & pendidikan

🎨 Akulturasi Budaya

Perpaduan Islam dengan budaya Nusantara

🀝 Toleransi

Islam berkembang dalam keberagaman

πŸ’‘

KESIMPULAN

Islam masuk ke Indonesia secara damai, melalui berbagai jalur, disebarkan oleh berbagai tokoh dengan strategi yang kultural dan humanis, sehingga diterima dengan baik dan berkembang menjadi bagian integral dari peradaban Nusantara.

πŸ’­ Refleksi: Dari peta konsep di atas, kita dapat melihat bahwa Islam menyebar di Indonesia dengan cara yang santun, menghormati budaya lokal, dan mengutamakan pendekatan humanis. Ini adalah teladan bagi kita dalam berdakwah di era modern!

πŸ“– Materi Pembelajaran

A. Jalur Masuknya Islam ke Indonesia

1. Jalur Perdagangan (Abad 7-8 M)

  • Pedagang dari Gujarat, Persia, dan Arab berlayar ke Nusantara
  • Pelabuhan Barus (Sumatera) menjadi pusat perdagangan kapur barus
  • Kontak dagang memfasilitasi penyebaran Islam secara damai

2. Jalur Maritim

  • Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional
  • Pedagang Muslim singgah dan menetap di pelabuhan-pelabuhan
  • Terbentuk komunitas Muslim di kota-kota pelabuhan

B. Periode Awal Islam di Nusantara

Abad 7-9 M: Fase Kontak Awal

  • Pedagang Muslim mulai datang ke Nusantara
  • Belum ada kerajaan Islam yang berdiri
  • Islam tersebar melalui interaksi dagang

Abad 9-11 M: Fase Pembentukan Komunitas

  • Kerajaan Perlak berdiri (sekitar 840 M) - kerajaan Islam pertama
  • Komunitas Muslim semakin berkembang
  • Masjid-masjid mulai dibangun

Abad 13 M: Fase Kerajaan Islam

  • Kerajaan Samudera Pasai berdiri (1267 M)
  • Sultan Malik as-Saleh sebagai raja pertama
  • Pusat pendidikan Islam berkembang
  • Marco Polo mencatat keberadaan kerajaan Islam di Sumatera (1292 M)

C. Strategi Penyebaran Islam

1. Pendekatan Damai dan Kultural

  • Akulturasi Budaya: Mengadopsi unsur budaya lokal seperti wayang, gamelan, dan seni bangunan
  • Tasawuf: Pendekatan spiritual yang sesuai dengan tradisi mistik Nusantara
  • Pendidikan: Mendirikan pesantren dan lembaga pendidikan Islam

2. Jalur Ekonomi dan Sosial

  • Perdagangan yang adil dan jujur menarik simpati masyarakat
  • Pernikahan antara pedagang Muslim dengan penduduk lokal
  • Memberikan bantuan sosial kepada masyarakat

3. Jalur Politik

  • Raja dan bangsawan yang masuk Islam menjadi teladan
  • Pembentukan kerajaan Islam yang kuat dan makmur
  • Hubungan diplomatik dengan kerajaan Islam di luar Nusantara

D. Bukti Historis

  • Batu Nisan Fatimah binti Maimun (1082 M): Ditemukan di Leran, Gresik - bukti adanya Muslim di Jawa abad ke-11
  • Catatan Marco Polo (1292 M): Menyebut keberadaan kerajaan Islam Perlak di Sumatera
  • Makam Sultan Malik as-Saleh (1297 M): Bukti keberadaan Kerajaan Samudera Pasai
  • Prasasti dan Naskah Kuno: Dokumen-dokumen yang mencatat perkembangan Islam

πŸ‘€ Tokoh Ulama dan Strategi Penyebaran Islam

πŸ•Œ

Sultan Malik as-Saleh

Periode: Abad ke-13 (wafat 1297 M)

Peran: Raja pertama Kerajaan Samudera Pasai

Strategi:

  • Menjadikan Islam sebagai agama kerajaan
  • Membangun masjid dan pusat pendidikan
  • Menjalin hubungan dagang dengan kerajaan Islam
  • Memberikan perlindungan kepada ulama dan pedagang Muslim
πŸ“Ώ

Pedagang Muslim Gujarat

Periode: Abad ke-7 hingga ke-13

Peran: Pelopor penyebar Islam melalui jalur perdagangan

Strategi:

  • Berdagang dengan jujur dan adil
  • Menikah dengan penduduk lokal
  • Membangun komunitas Muslim di pelabuhan
  • Mengajarkan Islam melalui interaksi sehari-hari
πŸ“–

Ulama Sufi Persia

Periode: Abad ke-9 hingga ke-13

Peran: Penyebar Islam melalui pendekatan spiritual

Strategi:

  • Menggunakan pendekatan tasawuf yang lembut
  • Mengadaptasi ajaran dengan budaya lokal
  • Mendirikan zawiyah (tempat pengajaran sufi)
  • Menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan
⚔️

Panglima dan Bangsawan Muslim

Periode: Abad ke-11 hingga ke-13

Peran: Pemimpin politik yang memperkuat Islam

Strategi:

  • Memberikan contoh kepemimpinan Islami
  • Membangun institusi pemerintahan berbasis syariah
  • Melindungi penyebaran Islam
  • Mendirikan kerajaan-kerajaan Islam
🎨

Seniman dan Budayawan Muslim

Periode: Abad ke-12 hingga ke-13

Peran: Penyebar Islam melalui seni dan budaya

Strategi:

  • Menggunakan wayang untuk dakwah
  • Menciptakan musik dan tembang Islami
  • Memadukan kaligrafi Arab dengan seni lokal
  • Mengajarkan Islam melalui cerita dan hikayat
🏫

Guru dan Pendidik Muslim

Periode: Abad ke-10 hingga ke-13

Peran: Membangun sistem pendidikan Islam

Strategi:

  • Mendirikan madrasah dan pesantren
  • Mengajarkan Al-Qur'an dan bahasa Arab
  • Mendidik kader-kader dakwah
  • Mencetak ulama lokal

Kesamaan Strategi Para Ulama

  • Pendekatan Damai: Tidak menggunakan kekerasan dalam penyebaran Islam
  • Akulturasi Budaya: Menghormati dan mengadopsi budaya lokal yang tidak bertentangan dengan Islam
  • Keteladanan: Menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari
  • Pendidikan: Mendirikan lembaga pendidikan untuk menyebarkan ilmu
  • Ekonomi: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perdagangan yang adil
  • Spiritual: Menggunakan pendekatan tasawuf yang menyentuh hati

πŸ’‘ Hikmah Mempelajari Materi

1. Memahami Akar Sejarah Islam di Indonesia

Dengan mempelajari sejarah penyebaran Islam, kita memahami bahwa Islam telah menjadi bagian integral dari peradaban Nusantara selama lebih dari 1000 tahun. Pemahaman ini memperkuat identitas kita sebagai Muslim Indonesia.

2. Menghargai Metode Dakwah yang Damai

Para ulama penyebar Islam menggunakan pendekatan damai, kultural, dan penuh hikmah. Ini mengajarkan kita bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah yang menghormati kemanusiaan dan tidak memaksa.

3. Meneladani Akhlak Para Ulama

Kesuksesan penyebaran Islam sangat bergantung pada akhlak mulia para ulama. Kejujuran dalam berdagang, kesabaran dalam mengajar, dan kerendahan hati dalam bergaul menjadi kunci diterimanya Islam oleh masyarakat.

4. Memahami Pentingnya Akulturasi

Islam tidak menghapus budaya lokal, tetapi memurnikannya. Strategi akulturasi menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai budaya tanpa kehilangan esensinya.

5. Menyadari Peran Pendidikan

Pesantren dan madrasah menjadi tulang punggung penyebaran Islam. Ini menunjukkan pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban. Sebagai generasi muda, kita harus menghargai dan memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

6. Belajar Strategi Dakwah Kontemporer

Metode dakwah para ulama klasik tetap relevan untuk masa kini:

  • Gunakan media modern (seperti teknologi digital) untuk dakwah
  • Tunjukkan Islam melalui perilaku, bukan hanya kata-kata
  • Hormati keberagaman dan jangan memaksakan kehendak
  • Bangun jaringan dan komunitas yang kuat
  • Tingkatkan kualitas diri melalui pendidikan

7. Membangun Toleransi dan Persatuan

Sejarah penyebaran Islam di Indonesia menunjukkan bahwa Islam berkembang dalam masyarakat yang beragam. Ini mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan membangun persatuan dalam keberagaman.

🌟 Renungan: Jasa para ulama penyebar Islam sangat besar. Kita dapat meneruskan perjuangan mereka dengan menjadi Muslim yang baik, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. Setiap kebaikan kecil yang kita lakukan adalah bentuk syukur atas jasa para pendahulu kita.

πŸ“ Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan analitis dan kritis berdasarkan pemahaman Anda terhadap materi!

πŸ’‘ Tips Mengerjakan: Gunakan kemampuan berpikir kritis Anda! Jawaban yang baik adalah jawaban yang analitis, didukung contoh konkret, dan menunjukkan pemahaman mendalam terhadap materi.

✅ Kuis Asesmen Sumatif

Petunjuk:

  • Kuis terdiri dari 10 soal pilihan ganda dengan tingkat HOTS (Higher Order Thinking Skills)
  • Pilih satu jawaban yang paling tepat
  • Klik tombol "Cek Jawaban" untuk melihat hasil
  • Klik tombol "Ulangi Kuis" untuk mengerjakan ulang

1. Perhatikan pernyataan berikut:

I. Jalur perdagangan Gujarat-Nusantara
II. Penaklukan militer oleh tentara Arab
III. Pernikahan pedagang Muslim dengan penduduk lokal
IV. Misi resmi dari Khalifah Baghdad

Dari pernyataan di atas, manakah yang PALING AKURAT menggambarkan jalur masuknya Islam ke Indonesia pada abad 7-13?

A. I dan IV
B. I dan III
C. II dan III
D. II dan IV
E. I, II, dan III

2. Kerajaan Samudera Pasai (1267 M) dianggap sebagai kerajaan Islam pertama yang sukses di Nusantara. Analisis faktor UTAMA yang menyebabkan keberhasilan tersebut adalah...

A. Kekuatan militer yang besar untuk menaklukkan kerajaan Hindu-Buddha
B. Bantuan dana dari Khalifah untuk membangun infrastruktur
C. Posisi strategis di jalur perdagangan internasional yang memfasilitasi penyebaran Islam
D. Sistem perpajakan yang ketat terhadap pedagang non-Muslim
E. Kebijakan wajib masuk Islam bagi seluruh rakyat kerajaan

3. Seorang peneliti menemukan bahwa wayang kulit yang semula menceritakan kisah Mahabharata kemudian diadaptasi untuk menceritakan kisah-kisah Islami. Fenomena ini PALING TEPAT menggambarkan strategi...

A. Pemaksaan budaya Arab terhadap budaya lokal
B. Penolakan total terhadap budaya pra-Islam
C. Isolasi budaya Islam dari pengaruh lokal
D. Akulturasi yang mengintegrasikan nilai Islam dengan media budaya lokal
E. Kompromi ajaran Islam demi penerimaan masyarakat

4. Mengapa pendekatan tasawuf (sufisme) sangat efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara?

A. Karena tasawuf mengajarkan ritual yang mirip dengan praktik animisme
B. Karena masyarakat Nusantara tidak tertarik dengan aspek syariah Islam
C. Karena tasawuf membolehkan praktik Hindu-Buddha dilanjutkan
D. Karena para sufi membawa kekayaan untuk menarik pengikut
E. Karena pendekatan spiritual tasawuf selaras dengan tradisi mistik yang sudah ada di Nusantara

5. Perhatikan data berikut:

• Batu nisan Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik (1082 M)
• Catatan Marco Polo tentang Perlak (1292 M)
• Makam Sultan Malik as-Saleh (1297 M)

Berdasarkan bukti historis di atas, kesimpulan yang PALING VALID adalah...

A. Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 melalui Marco Polo
B. Islam telah ada di Jawa sejak abad ke-11 dan berkembang menjadi kerajaan di abad ke-13
C. Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Leran, Gresik
D. Marco Polo adalah penyebar Islam pertama di Indonesia
E. Islam di Indonesia dimulai dari Jawa kemudian menyebar ke Sumatera

6. Seorang pedagang Muslim dari Gujarat pada abad ke-10 menikah dengan putri kepala suku lokal dan mendirikan masjid kecil di pelabuhan. Strategi ini menunjukkan pemahaman tentang...

A. Pentingnya integrasi sosial dan membangun kepercayaan melalui ikatan keluarga dan institusi keagamaan
B. Kebutuhan untuk menguasai struktur kekuasaan lokal secara cepat
C. Strategi ekonomi untuk monopoli perdagangan di pelabuhan
D. Cara untuk memaksa penduduk lokal masuk Islam
E. Metode untuk menghapus budaya lokal dan menggantinya dengan budaya Arab

7. Jika dibandingkan dengan penyebaran agama lain di Indonesia pada periode yang sama, karakteristik UNIK dari penyebaran Islam adalah...

A. Menggunakan kekuatan militer untuk memaksa konversi
B. Menghapus seluruh tradisi lokal dan menggantinya dengan tradisi Arab
C. Mengintegrasikan ajaran Islam dengan struktur sosial dan budaya yang sudah ada
D. Memisahkan komunitas Muslim dari masyarakat non-Muslim
E. Mengisolasi penganutnya dari kegiatan perdagangan internasional

8. Mengapa pesantren menjadi institusi pendidikan yang efektif dalam mempertahankan dan menyebarkan Islam di Indonesia?

A. Karena pesantren hanya mengajarkan bahasa Arab tanpa konteks lokal
B. Karena pesantren mengisolasi santri dari masyarakat
C. Karena pesantren melarang interaksi dengan budaya lokal
D. Karena pesantren hanya fokus pada hafalan tanpa pemahaman
E. Karena pesantren mengombinasikan pendidikan agama dengan nilai-nilai lokal dan menciptakan kader dakwah yang memahami konteks masyarakat

9. Evaluasi pernyataan berikut:

"Keberhasilan Islam di Indonesia lebih disebabkan oleh faktor ekonomi daripada faktor spiritual."

Tanggapan yang PALING TEPAT terhadap pernyataan tersebut adalah...

A. Benar, karena semua pedagang Muslim kaya sehingga menarik pengikut
B. Salah, karena ekonomi tidak berperan sama sekali dalam penyebaran Islam
C. Benar, karena masyarakat Indonesia hanya tertarik pada keuntungan materi
D. Tidak tepat, karena keberhasilan Islam merupakan kombinasi faktor ekonomi, spiritual, sosial, dan budaya yang saling mendukung
E. Salah, karena Islam disebarkan secara paksa tanpa pertimbangan ekonomi

10. Seorang sejarawan menyatakan: "Strategi dakwah para ulama abad 7-13 masih relevan untuk diterapkan di era digital saat ini." Argumen yang PALING KUAT untuk mendukung pernyataan tersebut adalah...

A. Media sosial sama persis dengan jalur perdagangan maritim pada masa lalu
B. Prinsip dasar seperti pendekatan damai, keteladanan akhlak, dan adaptasi konteks tetap efektif terlepas dari perbedaan zaman
C. Masyarakat modern memiliki karakter yang identik dengan masyarakat abad ke-7
D. Teknologi digital menghilangkan kebutuhan akan strategi dakwah yang terencana
E. Dakwah di era digital tidak memerlukan pemahaman konteks sosial-budaya

πŸ€” Refleksi Pembelajaran

Renungkan Pembelajaran Anda

Setelah mempelajari materi ini, tuliskan refleksi Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apa hal paling menarik yang Anda pelajari hari ini?

2. Bagaimana materi ini mengubah pemahaman Anda tentang sejarah Islam di Indonesia?

3. Nilai-nilai apa dari para ulama yang ingin Anda terapkan dalam kehidupan?

4. Apa tantangan yang Anda hadapi dalam memahami materi ini?

5. Bagaimana Anda akan menerapkan pembelajaran ini sebagai pelajar SMK?

πŸ’­ Catatan: Refleksi yang baik adalah refleksi yang jujur dan mendalam. Gunakan kesempatan ini untuk benar-benar merenungkan pembelajaran Anda dan membuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

πŸ“š Sumber Belajar

A. Buku Referensi

  • Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.
  • Azra, Azyumardi. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Bandung: Mizan.
  • Kartodirdjo, Sartono. (1993). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: Gramedia.
  • Hamka. (2016). Sejarah Umat Islam. Jakarta: Gema Insani.
  • Tjandrasasmita, Uka. (2009). Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Gramedia.

B. Sumber Primer Historis

  • Prasasti dan Batu Nisan di Museum Nasional Indonesia
  • Catatan Perjalanan Marco Polo (1292 M)
  • Kronik Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai
  • Naskah-naskah kuno di perpustakaan Leiden, Belanda
  • Catatan Ibn Battuta tentang Asia Tenggara

C. Museum dan Situs Bersejarah

  • Museum Tsunami Aceh: Dokumentasi sejarah Islam di Aceh
  • Kompleks Makam Sultan Malik as-Saleh: Aceh Utara
  • Museum Nasional Jakarta: Koleksi artefak Islam Nusantara
  • Situs Barus: Pelabuhan kuno di Sumatera Utara
  • Makam Troloyo: Kompleks makam Islam kuno di Jawa Timur

D. Jurnal dan Artikel Ilmiah

  • Jurnal Lektur Keagamaan - Kementerian Agama RI
  • Studia Islamika - Indonesian Journal for Islamic Studies
  • Journal of Islamic Studies - Oxford University Press
  • Archipel - Γ‰tudes interdisciplinaires sur le monde insulindien

E. Video Pembelajaran (Rekomendasi)

  • Dokumenter "Jejak Peradaban Islam di Nusantara" - NET TV
  • Serial "Islami Heritage" - Metro TV
  • Channel YouTube: Indonesia Heritage Channel
  • Channel YouTube: Sejarah Islam Indonesia
πŸ“– Anjuran: Bacalah minimal 2-3 sumber referensi untuk memperdalam pemahaman Anda. Jangan hanya mengandalkan satu sumber. Kritis dalam membaca dan selalu verifikasi informasi dari berbagai sumber yang kredibel.
Media Pembelajaran PAI - Sejarah Islam Indonesia

πŸ•Œ Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia (Abad 7-13) πŸ•Œ

Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Guru Pengampu: Kaniah, S.Ag., M.Pd.I

Kelas: X SMK

Elemen: Sejarah Peradaban Islam

🎯 Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  • Menganalisis peran tokoh ulama dalam penyebaran Islam di Indonesia pada abad ke-7 hingga ke-13
  • Mengevaluasi strategi dakwah yang digunakan para ulama dalam menyebarkan Islam
  • Mensintesis hubungan antara strategi penyebaran Islam dengan kondisi sosial-budaya masyarakat Indonesia
  • Mengkreasi pemahaman tentang relevansi metode dakwah klasik dengan konteks kekinian
  • Menghargai jasa para ulama dalam membangun peradaban Islam di Nusantara
πŸ’‘ Catatan Penting: Pembelajaran ini menggunakan pendekatan HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik.

���️ Peta Konsep

Sejarah Islam di Indonesia (Abad 7-13)

1. Jalur Masuknya Islam

• Jalur Perdagangan (Gujarat, Persia, Arab)
• Jalur Maritim (Selat Malaka)
• Jalur Diplomasi dan Pernikahan

2. Tokoh Ulama Penyebar Islam

• Pedagang Muslim
• Ulama dan Sufi
• Sultan dan Penguasa
• Wali Songo (abad ke-15)

3. Strategi Penyebaran

• Perdagangan dan Ekonomi
• Pernikahan dan Keluarga
• Pendidikan dan Pesantren
• Kesenian dan Budaya
• Tasawuf dan Spiritual

4. Kerajaan Islam Pertama

• Kerajaan Perlak (abad ke-9)
• Kerajaan Samudera Pasai (abad ke-13)
• Kerajaan Aceh Darussalam

5. Dampak dan Hikmah

• Perubahan Sosial-Budaya
• Kemajuan Peradaban
• Integrasi Nilai Islam dengan Budaya Lokal

πŸ“– Materi Pembelajaran

A. Jalur Masuknya Islam ke Indonesia

1. Jalur Perdagangan (Abad 7-8 M)

  • Pedagang dari Gujarat, Persia, dan Arab berlayar ke Nusantara
  • Pelabuhan Barus (Sumatera) menjadi pusat perdagangan kapur barus
  • Kontak dagang memfasilitasi penyebaran Islam secara damai

2. Jalur Maritim

  • Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional
  • Pedagang Muslim singgah dan menetap di pelabuhan-pelabuhan
  • Terbentuk komunitas Muslim di kota-kota pelabuhan

B. Periode Awal Islam di Nusantara

Abad 7-9 M: Fase Kontak Awal

  • Pedagang Muslim mulai datang ke Nusantara
  • Belum ada kerajaan Islam yang berdiri
  • Islam tersebar melalui interaksi dagang

Abad 9-11 M: Fase Pembentukan Komunitas

  • Kerajaan Perlak berdiri (sekitar 840 M) - kerajaan Islam pertama
  • Komunitas Muslim semakin berkembang
  • Masjid-masjid mulai dibangun

Abad 13 M: Fase Kerajaan Islam

  • Kerajaan Samudera Pasai berdiri (1267 M)
  • Sultan Malik as-Saleh sebagai raja pertama
  • Pusat pendidikan Islam berkembang
  • Marco Polo mencatat keberadaan kerajaan Islam di Sumatera (1292 M)

C. Strategi Penyebaran Islam

1. Pendekatan Damai dan Kultural

  • Akulturasi Budaya: Mengadopsi unsur budaya lokal seperti wayang, gamelan, dan seni bangunan
  • Tasawuf: Pendekatan spiritual yang sesuai dengan tradisi mistik Nusantara
  • Pendidikan: Mendirikan pesantren dan lembaga pendidikan Islam

2. Jalur Ekonomi dan Sosial

  • Perdagangan yang adil dan jujur menarik simpati masyarakat
  • Pernikahan antara pedagang Muslim dengan penduduk lokal
  • Memberikan bantuan sosial kepada masyarakat

3. Jalur Politik

  • Raja dan bangsawan yang masuk Islam menjadi teladan
  • Pembentukan kerajaan Islam yang kuat dan makmur
  • Hubungan diplomatik dengan kerajaan Islam di luar Nusantara

D. Bukti Historis

  • Batu Nisan Fatimah binti Maimun (1082 M): Ditemukan di Leran, Gresik - bukti adanya Muslim di Jawa abad ke-11
  • Catatan Marco Polo (1292 M): Menyebut keberadaan kerajaan Islam Perlak di Sumatera
  • Makam Sultan Malik as-Saleh (1297 M): Bukti keberadaan Kerajaan Samudera Pasai
  • Prasasti dan Naskah Kuno: Dokumen-dokumen yang mencatat perkembangan Islam

πŸ‘€ Tokoh Ulama dan Strategi Penyebaran Islam

πŸ•Œ

Sultan Malik as-Saleh

Periode: Abad ke-13 (wafat 1297 M)

Peran: Raja pertama Kerajaan Samudera Pasai

Strategi:

  • Menjadikan Islam sebagai agama kerajaan
  • Membangun masjid dan pusat pendidikan
  • Menjalin hubungan dagang dengan kerajaan Islam
  • Memberikan perlindungan kepada ulama dan pedagang Muslim
πŸ“Ώ

Pedagang Muslim Gujarat

Periode: Abad ke-7 hingga ke-13

Peran: Pelopor penyebar Islam melalui jalur perdagangan

Strategi:

  • Berdagang dengan jujur dan adil
  • Menikah dengan penduduk lokal
  • Membangun komunitas Muslim di pelabuhan
  • Mengajarkan Islam melalui interaksi sehari-hari
πŸ“–

Ulama Sufi Persia

Periode: Abad ke-9 hingga ke-13

Peran: Penyebar Islam melalui pendekatan spiritual

Strategi:

  • Menggunakan pendekatan tasawuf yang lembut
  • Mengadaptasi ajaran dengan budaya lokal
  • Mendirikan zawiyah (tempat pengajaran sufi)
  • Menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan
⚔️

Panglima dan Bangsawan Muslim

Periode: Abad ke-11 hingga ke-13

Peran: Pemimpin politik yang memperkuat Islam

Strategi:

  • Memberikan contoh kepemimpinan Islami
  • Membangun institusi pemerintahan berbasis syariah
  • Melindungi penyebaran Islam
  • Mendirikan kerajaan-kerajaan Islam
🎨

Seniman dan Budayawan Muslim

Periode: Abad ke-12 hingga ke-13

Peran: Penyebar Islam melalui seni dan budaya

Strategi:

  • Menggunakan wayang untuk dakwah
  • Menciptakan musik dan tembang Islami
  • Memadukan kaligrafi Arab dengan seni lokal
  • Mengajarkan Islam melalui cerita dan hikayat
🏫

Guru dan Pendidik Muslim

Periode: Abad ke-10 hingga ke-13

Peran: Membangun sistem pendidikan Islam

Strategi:

  • Mendirikan madrasah dan pesantren
  • Mengajarkan Al-Qur'an dan bahasa Arab
  • Mendidik kader-kader dakwah
  • Mencetak ulama lokal

Kesamaan Strategi Para Ulama

  • Pendekatan Damai: Tidak menggunakan kekerasan dalam penyebaran Islam
  • Akulturasi Budaya: Menghormati dan mengadopsi budaya lokal yang tidak bertentangan dengan Islam
  • Keteladanan: Menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari
  • Pendidikan: Mendirikan lembaga pendidikan untuk menyebarkan ilmu
  • Ekonomi: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perdagangan yang adil
  • Spiritual: Menggunakan pendekatan tasawuf yang menyentuh hati

πŸ’‘ Hikmah Mempelajari Materi

1. Memahami Akar Sejarah Islam di Indonesia

Dengan mempelajari sejarah penyebaran Islam, kita memahami bahwa Islam telah menjadi bagian integral dari peradaban Nusantara selama lebih dari 1000 tahun. Pemahaman ini memperkuat identitas kita sebagai Muslim Indonesia.

2. Menghargai Metode Dakwah yang Damai

Para ulama penyebar Islam menggunakan pendekatan damai, kultural, dan penuh hikmah. Ini mengajarkan kita bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah yang menghormati kemanusiaan dan tidak memaksa.

3. Meneladani Akhlak Para Ulama

Kesuksesan penyebaran Islam sangat bergantung pada akhlak mulia para ulama. Kejujuran dalam berdagang, kesabaran dalam mengajar, dan kerendahan hati dalam bergaul menjadi kunci diterimanya Islam oleh masyarakat.

4. Memahami Pentingnya Akulturasi

Islam tidak menghapus budaya lokal, tetapi memurnikannya. Strategi akulturasi menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai budaya tanpa kehilangan esensinya.

5. Menyadari Peran Pendidikan

Pesantren dan madrasah menjadi tulang punggung penyebaran Islam. Ini menunjukkan pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban. Sebagai generasi muda, kita harus menghargai dan memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

6. Belajar Strategi Dakwah Kontemporer

Metode dakwah para ulama klasik tetap relevan untuk masa kini:

  • Gunakan media modern (seperti teknologi digital) untuk dakwah
  • Tunjukkan Islam melalui perilaku, bukan hanya kata-kata
  • Hormati keberagaman dan jangan memaksakan kehendak
  • Bangun jaringan dan komunitas yang kuat
  • Tingkatkan kualitas diri melalui pendidikan

7. Membangun Toleransi dan Persatuan

Sejarah penyebaran Islam di Indonesia menunjukkan bahwa Islam berkembang dalam masyarakat yang beragam. Ini mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan membangun persatuan dalam keberagaman.

🌟 Renungan: Jasa para ulama penyebar Islam sangat besar. Kita dapat meneruskan perjuangan mereka dengan menjadi Muslim yang baik, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. Setiap kebaikan kecil yang kita lakukan adalah bentuk syukur atas jasa para pendahulu kita.

πŸ“ Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan analitis dan kritis berdasarkan pemahaman Anda terhadap materi!

πŸ’‘ Tips Mengerjakan: Gunakan kemampuan berpikir kritis Anda! Jawaban yang baik adalah jawaban yang analitis, didukung contoh konkret, dan menunjukkan pemahaman mendalam terhadap materi.

✅ Kuis Asesmen Sumatif

Petunjuk:

  • Kuis terdiri dari 10 soal pilihan ganda dengan tingkat HOTS (Higher Order Thinking Skills)
  • Pilih satu jawaban yang paling tepat
  • Klik tombol "Cek Jawaban" untuk melihat hasil
  • Klik tombol "Ulangi Kuis" untuk mengerjakan ulang

1. Perhatikan pernyataan berikut:

I. Jalur perdagangan Gujarat-Nusantara
II. Penaklukan militer oleh tentara Arab
III. Pernikahan pedagang Muslim dengan penduduk lokal
IV. Misi resmi dari Khalifah Baghdad

Dari pernyataan di atas, manakah yang PALING AKURAT menggambarkan jalur masuknya Islam ke Indonesia pada abad 7-13?

A. I dan IV
B. I dan III
C. II dan III
D. II dan IV
E. I, II, dan III

2. Kerajaan Samudera Pasai (1267 M) dianggap sebagai kerajaan Islam pertama yang sukses di Nusantara. Analisis faktor UTAMA yang menyebabkan keberhasilan tersebut adalah...

A. Kekuatan militer yang besar untuk menaklukkan kerajaan Hindu-Buddha
B. Bantuan dana dari Khalifah untuk membangun infrastruktur
C. Posisi strategis di jalur perdagangan internasional yang memfasilitasi penyebaran Islam
D. Sistem perpajakan yang ketat terhadap pedagang non-Muslim
E. Kebijakan wajib masuk Islam bagi seluruh rakyat kerajaan

3. Seorang peneliti menemukan bahwa wayang kulit yang semula menceritakan kisah Mahabharata kemudian diadaptasi untuk menceritakan kisah-kisah Islami. Fenomena ini PALING TEPAT menggambarkan strategi...

A. Pemaksaan budaya Arab terhadap budaya lokal
B. Penolakan total terhadap budaya pra-Islam
C. Isolasi budaya Islam dari pengaruh lokal
D. Akulturasi yang mengintegrasikan nilai Islam dengan media budaya lokal
E. Kompromi ajaran Islam demi penerimaan masyarakat

4. Mengapa pendekatan tasawuf (sufisme) sangat efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara?

A. Karena tasawuf mengajarkan ritual yang mirip dengan praktik animisme
B. Karena masyarakat Nusantara tidak tertarik dengan aspek syariah Islam
C. Karena tasawuf membolehkan praktik Hindu-Buddha dilanjutkan
D. Karena para sufi membawa kekayaan untuk menarik pengikut
E. Karena pendekatan spiritual tasawuf selaras dengan tradisi mistik yang sudah ada di Nusantara

5. Perhatikan data berikut:

• Batu nisan Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik (1082 M)
• Catatan Marco Polo tentang Perlak (1292 M)
• Makam Sultan Malik as-Saleh (1297 M)

Berdasarkan bukti historis di atas, kesimpulan yang PALING VALID adalah...

A. Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 melalui Marco Polo
B. Islam telah ada di Jawa sejak abad ke-11 dan berkembang menjadi kerajaan di abad ke-13
C. Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Leran, Gresik
D. Marco Polo adalah penyebar Islam pertama di Indonesia
E. Islam di Indonesia dimulai dari Jawa kemudian menyebar ke Sumatera

6. Seorang pedagang Muslim dari Gujarat pada abad ke-10 menikah dengan putri kepala suku lokal dan mendirikan masjid kecil di pelabuhan. Strategi ini menunjukkan pemahaman tentang...

A. Pentingnya integrasi sosial dan membangun kepercayaan melalui ikatan keluarga dan institusi keagamaan
B. Kebutuhan untuk menguasai struktur kekuasaan lokal secara cepat
C. Strategi ekonomi untuk monopoli perdagangan di pelabuhan
D. Cara untuk memaksa penduduk lokal masuk Islam
E. Metode untuk menghapus budaya lokal dan menggantinya dengan budaya Arab

7. Jika dibandingkan dengan penyebaran agama lain di Indonesia pada periode yang sama, karakteristik UNIK dari penyebaran Islam adalah...

A. Menggunakan kekuatan militer untuk memaksa konversi
B. Menghapus seluruh tradisi lokal dan menggantinya dengan tradisi Arab
C. Mengintegrasikan ajaran Islam dengan struktur sosial dan budaya yang sudah ada
D. Memisahkan komunitas Muslim dari masyarakat non-Muslim
E. Mengisolasi penganutnya dari kegiatan perdagangan internasional

8. Mengapa pesantren menjadi institusi pendidikan yang efektif dalam mempertahankan dan menyebarkan Islam di Indonesia?

A. Karena pesantren hanya mengajarkan bahasa Arab tanpa konteks lokal
B. Karena pesantren mengisolasi santri dari masyarakat
C. Karena pesantren melarang interaksi dengan budaya lokal
D. Karena pesantren hanya fokus pada hafalan tanpa pemahaman
E. Karena pesantren mengombinasikan pendidikan agama dengan nilai-nilai lokal dan menciptakan kader dakwah yang memahami konteks masyarakat

9. Evaluasi pernyataan berikut:

"Keberhasilan Islam di Indonesia lebih disebabkan oleh faktor ekonomi daripada faktor spiritual."

Tanggapan yang PALING TEPAT terhadap pernyataan tersebut adalah...

A. Benar, karena semua pedagang Muslim kaya sehingga menarik pengikut
B. Salah, karena ekonomi tidak berperan sama sekali dalam penyebaran Islam
C. Benar, karena masyarakat Indonesia hanya tertarik pada keuntungan materi
D. Tidak tepat, karena keberhasilan Islam merupakan kombinasi faktor ekonomi, spiritual, sosial, dan budaya yang saling mendukung
E. Salah, karena Islam disebarkan secara paksa tanpa pertimbangan ekonomi

10. Seorang sejarawan menyatakan: "Strategi dakwah para ulama abad 7-13 masih relevan untuk diterapkan di era digital saat ini." Argumen yang PALING KUAT untuk mendukung pernyataan tersebut adalah...

A. Media sosial sama persis dengan jalur perdagangan maritim pada masa lalu
B. Prinsip dasar seperti pendekatan damai, keteladanan akhlak, dan adaptasi konteks tetap efektif terlepas dari perbedaan zaman
C. Masyarakat modern memiliki karakter yang identik dengan masyarakat abad ke-7
D. Teknologi digital menghilangkan kebutuhan akan strategi dakwah yang terencana
E. Dakwah di era digital tidak memerlukan pemahaman konteks sosial-budaya

πŸ€” Refleksi Pembelajaran

Renungkan Pembelajaran Anda

Setelah mempelajari materi ini, tuliskan refleksi Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apa hal paling menarik yang Anda pelajari hari ini?

2. Bagaimana materi ini mengubah pemahaman Anda tentang sejarah Islam di Indonesia?

3. Nilai-nilai apa dari para ulama yang ingin Anda terapkan dalam kehidupan?

4. Apa tantangan yang Anda hadapi dalam memahami materi ini?

5. Bagaimana Anda akan menerapkan pembelajaran ini sebagai pelajar SMK?

πŸ’­ Catatan: Refleksi yang baik adalah refleksi yang jujur dan mendalam. Gunakan kesempatan ini untuk benar-benar merenungkan pembelajaran Anda dan membuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

πŸ“š Sumber Belajar

A. Buku Referensi

  • Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.
  • Azra, Azyumardi. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Bandung: Mizan.
  • Kartodirdjo, Sartono. (1993). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: Gramedia.
  • Hamka. (2016). Sejarah Umat Islam. Jakarta: Gema Insani.
  • Tjandrasasmita, Uka. (2009). Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Gramedia.

B. Sumber Primer Historis

  • Prasasti dan Batu Nisan di Museum Nasional Indonesia
  • Catatan Perjalanan Marco Polo (1292 M)
  • Kronik Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai
  • Naskah-naskah kuno di perpustakaan Leiden, Belanda
  • Catatan Ibn Battuta tentang Asia Tenggara

C. Museum dan Situs Bersejarah

  • Museum Tsunami Aceh: Dokumentasi sejarah Islam di Aceh
  • Kompleks Makam Sultan Malik as-Saleh: Aceh Utara
  • Museum Nasional Jakarta: Koleksi artefak Islam Nusantara
  • Situs Barus: Pelabuhan kuno di Sumatera Utara
  • Makam Troloyo: Kompleks makam Islam kuno di Jawa Timur

D. Jurnal dan Artikel Ilmiah

  • Jurnal Lektur Keagamaan - Kementerian Agama RI
  • Studia Islamika - Indonesian Journal for Islamic Studies
  • Journal of Islamic Studies - Oxford University Press
  • Archipel - Γ‰tudes interdisciplinaires sur le monde insulindien

E. Video Pembelajaran (Rekomendasi)

  • Dokumenter "Jejak Peradaban Islam di Nusantara" - NET TV
  • Serial "Islami Heritage" - Metro TV
  • Channel YouTube: Indonesia Heritage Channel
  • Channel YouTube: Sejarah Islam Indonesia

F. Website dan Platform Digital

  • islam.nu.or.id - Portal Islam Nusantara
  • kebudayaan.kemdikbud.go.id - Warisan Budaya Indonesia
  • Museum Virtual Kebudayaan Indonesia
  • Digital Library Nasional - Koleksi Naskah Kuno
πŸ“– Anjuran: Bacalah minimal 2-3 sumber referensi untuk memperdalam pemahaman Anda. Jangan hanya mengandalkan satu sumber. Kritis dalam membaca dan selalu verifikasi informasi dari berbagai sumber yang kredibel.