π Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia (Abad 7-13) π
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Guru Pengampu: Kaniah, S.Ag., M.Pd.I
Kelas: X SMK
Elemen: Sejarah Peradaban Islam
π― Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menganalisis peran tokoh ulama dalam penyebaran Islam di Indonesia pada abad ke-7 hingga ke-13
- Mengevaluasi strategi dakwah yang digunakan para ulama dalam menyebarkan Islam
- Mensintesis hubungan antara strategi penyebaran Islam dengan kondisi sosial-budaya masyarakat Indonesia
- Mengkreasi pemahaman tentang relevansi metode dakwah klasik dengan konteks kekinian
- Menghargai jasa para ulama dalam membangun peradaban Islam di Nusantara
πΊ️ Peta Konsep
π Alur Penyebaran Islam di Indonesia (Abad 7-13 M)
Mari kita telusuri perjalanan masuknya Islam ke Nusantara!
SEJARAH ISLAM DI INDONESIA
Abad ke-7 sampai ke-13 Masehi
PERIODE WAKTU
Kontak Awal - Pedagang Muslim tiba di Nusantara
Pembentukan Komunitas - Kerajaan Perlak berdiri (840 M)
Era Kerajaan - Samudera Pasai berdiri (1267 M)
JALUR MASUKNYA ISLAM
Selat Malaka & pelabuhan-pelabuhan besar
Gujarat, Persia, Arab → Nusantara
Pernikahan, diplomasi, persahabatan
TOKOH PENYEBAR ISLAM
Berdagang sambil berdakwah dengan akhlak mulia
Mengajar agama dengan pendekatan spiritual
Pemimpin politik yang masuk Islam
Menyebarkan Islam lewat seni & budaya
STRATEGI PENYEBARAN
Perdagangan yang jujur & adil
Asimilasi dengan keluarga lokal
Pesantren & madrasah
Wayang, gamelan, batik Islami
Pendekatan spiritual & mistik
Akhlak mulia & kejujuran
KERAJAAN ISLAM PERTAMA
± 840 M - Kerajaan Islam pertama di Nusantara
1267 M - Raja: Sultan Malik as-Saleh
Pusat penyebaran Islam ke Nusantara
BUKTI HISTORIS
1082 M - Leran, Gresik (bukti Islam di Jawa)
1292 M - Menyebut kerajaan Islam Perlak
1297 M - Bukti Kerajaan Samudera Pasai
DAMPAK & HIKMAH
Masyarakat Indonesia mengenal nilai-nilai Islam
Berkembangnya ilmu pengetahuan & pendidikan
Perpaduan Islam dengan budaya Nusantara
Islam berkembang dalam keberagaman
KESIMPULAN
Islam masuk ke Indonesia secara damai, melalui berbagai jalur, disebarkan oleh berbagai tokoh dengan strategi yang kultural dan humanis, sehingga diterima dengan baik dan berkembang menjadi bagian integral dari peradaban Nusantara.
π Materi Pembelajaran
A. Jalur Masuknya Islam ke Indonesia
1. Jalur Perdagangan (Abad 7-8 M)
- Pedagang dari Gujarat, Persia, dan Arab berlayar ke Nusantara
- Pelabuhan Barus (Sumatera) menjadi pusat perdagangan kapur barus
- Kontak dagang memfasilitasi penyebaran Islam secara damai
2. Jalur Maritim
- Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional
- Pedagang Muslim singgah dan menetap di pelabuhan-pelabuhan
- Terbentuk komunitas Muslim di kota-kota pelabuhan
B. Periode Awal Islam di Nusantara
Abad 7-9 M: Fase Kontak Awal
- Pedagang Muslim mulai datang ke Nusantara
- Belum ada kerajaan Islam yang berdiri
- Islam tersebar melalui interaksi dagang
Abad 9-11 M: Fase Pembentukan Komunitas
- Kerajaan Perlak berdiri (sekitar 840 M) - kerajaan Islam pertama
- Komunitas Muslim semakin berkembang
- Masjid-masjid mulai dibangun
Abad 13 M: Fase Kerajaan Islam
- Kerajaan Samudera Pasai berdiri (1267 M)
- Sultan Malik as-Saleh sebagai raja pertama
- Pusat pendidikan Islam berkembang
- Marco Polo mencatat keberadaan kerajaan Islam di Sumatera (1292 M)
C. Strategi Penyebaran Islam
1. Pendekatan Damai dan Kultural
- Akulturasi Budaya: Mengadopsi unsur budaya lokal seperti wayang, gamelan, dan seni bangunan
- Tasawuf: Pendekatan spiritual yang sesuai dengan tradisi mistik Nusantara
- Pendidikan: Mendirikan pesantren dan lembaga pendidikan Islam
2. Jalur Ekonomi dan Sosial
- Perdagangan yang adil dan jujur menarik simpati masyarakat
- Pernikahan antara pedagang Muslim dengan penduduk lokal
- Memberikan bantuan sosial kepada masyarakat
3. Jalur Politik
- Raja dan bangsawan yang masuk Islam menjadi teladan
- Pembentukan kerajaan Islam yang kuat dan makmur
- Hubungan diplomatik dengan kerajaan Islam di luar Nusantara
D. Bukti Historis
- Batu Nisan Fatimah binti Maimun (1082 M): Ditemukan di Leran, Gresik - bukti adanya Muslim di Jawa abad ke-11
- Catatan Marco Polo (1292 M): Menyebut keberadaan kerajaan Islam Perlak di Sumatera
- Makam Sultan Malik as-Saleh (1297 M): Bukti keberadaan Kerajaan Samudera Pasai
- Prasasti dan Naskah Kuno: Dokumen-dokumen yang mencatat perkembangan Islam
π€ Tokoh Ulama dan Strategi Penyebaran Islam
Sultan Malik as-Saleh
Periode: Abad ke-13 (wafat 1297 M)
Peran: Raja pertama Kerajaan Samudera Pasai
Strategi:
- Menjadikan Islam sebagai agama kerajaan
- Membangun masjid dan pusat pendidikan
- Menjalin hubungan dagang dengan kerajaan Islam
- Memberikan perlindungan kepada ulama dan pedagang Muslim
Pedagang Muslim Gujarat
Periode: Abad ke-7 hingga ke-13
Peran: Pelopor penyebar Islam melalui jalur perdagangan
Strategi:
- Berdagang dengan jujur dan adil
- Menikah dengan penduduk lokal
- Membangun komunitas Muslim di pelabuhan
- Mengajarkan Islam melalui interaksi sehari-hari
Ulama Sufi Persia
Periode: Abad ke-9 hingga ke-13
Peran: Penyebar Islam melalui pendekatan spiritual
Strategi:
- Menggunakan pendekatan tasawuf yang lembut
- Mengadaptasi ajaran dengan budaya lokal
- Mendirikan zawiyah (tempat pengajaran sufi)
- Menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan
Panglima dan Bangsawan Muslim
Periode: Abad ke-11 hingga ke-13
Peran: Pemimpin politik yang memperkuat Islam
Strategi:
- Memberikan contoh kepemimpinan Islami
- Membangun institusi pemerintahan berbasis syariah
- Melindungi penyebaran Islam
- Mendirikan kerajaan-kerajaan Islam
Seniman dan Budayawan Muslim
Periode: Abad ke-12 hingga ke-13
Peran: Penyebar Islam melalui seni dan budaya
Strategi:
- Menggunakan wayang untuk dakwah
- Menciptakan musik dan tembang Islami
- Memadukan kaligrafi Arab dengan seni lokal
- Mengajarkan Islam melalui cerita dan hikayat
Guru dan Pendidik Muslim
Periode: Abad ke-10 hingga ke-13
Peran: Membangun sistem pendidikan Islam
Strategi:
- Mendirikan madrasah dan pesantren
- Mengajarkan Al-Qur'an dan bahasa Arab
- Mendidik kader-kader dakwah
- Mencetak ulama lokal
Kesamaan Strategi Para Ulama
- Pendekatan Damai: Tidak menggunakan kekerasan dalam penyebaran Islam
- Akulturasi Budaya: Menghormati dan mengadopsi budaya lokal yang tidak bertentangan dengan Islam
- Keteladanan: Menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari
- Pendidikan: Mendirikan lembaga pendidikan untuk menyebarkan ilmu
- Ekonomi: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perdagangan yang adil
- Spiritual: Menggunakan pendekatan tasawuf yang menyentuh hati
π‘ Hikmah Mempelajari Materi
1. Memahami Akar Sejarah Islam di Indonesia
Dengan mempelajari sejarah penyebaran Islam, kita memahami bahwa Islam telah menjadi bagian integral dari peradaban Nusantara selama lebih dari 1000 tahun. Pemahaman ini memperkuat identitas kita sebagai Muslim Indonesia.
2. Menghargai Metode Dakwah yang Damai
Para ulama penyebar Islam menggunakan pendekatan damai, kultural, dan penuh hikmah. Ini mengajarkan kita bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah yang menghormati kemanusiaan dan tidak memaksa.
3. Meneladani Akhlak Para Ulama
Kesuksesan penyebaran Islam sangat bergantung pada akhlak mulia para ulama. Kejujuran dalam berdagang, kesabaran dalam mengajar, dan kerendahan hati dalam bergaul menjadi kunci diterimanya Islam oleh masyarakat.
4. Memahami Pentingnya Akulturasi
Islam tidak menghapus budaya lokal, tetapi memurnikannya. Strategi akulturasi menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai budaya tanpa kehilangan esensinya.
5. Menyadari Peran Pendidikan
Pesantren dan madrasah menjadi tulang punggung penyebaran Islam. Ini menunjukkan pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban. Sebagai generasi muda, kita harus menghargai dan memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.
6. Belajar Strategi Dakwah Kontemporer
Metode dakwah para ulama klasik tetap relevan untuk masa kini:
- Gunakan media modern (seperti teknologi digital) untuk dakwah
- Tunjukkan Islam melalui perilaku, bukan hanya kata-kata
- Hormati keberagaman dan jangan memaksakan kehendak
- Bangun jaringan dan komunitas yang kuat
- Tingkatkan kualitas diri melalui pendidikan
7. Membangun Toleransi dan Persatuan
Sejarah penyebaran Islam di Indonesia menunjukkan bahwa Islam berkembang dalam masyarakat yang beragam. Ini mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan membangun persatuan dalam keberagaman.
π Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan analitis dan kritis berdasarkan pemahaman Anda terhadap materi!
✅ Kuis Asesmen Sumatif
Petunjuk:
- Kuis terdiri dari 10 soal pilihan ganda dengan tingkat HOTS (Higher Order Thinking Skills)
- Pilih satu jawaban yang paling tepat
- Klik tombol "Cek Jawaban" untuk melihat hasil
- Klik tombol "Ulangi Kuis" untuk mengerjakan ulang
1. Perhatikan pernyataan berikut:
I. Jalur perdagangan Gujarat-Nusantara
II. Penaklukan militer oleh tentara Arab
III. Pernikahan pedagang Muslim dengan penduduk lokal
IV. Misi resmi dari Khalifah Baghdad
Dari pernyataan di atas, manakah yang PALING AKURAT menggambarkan jalur masuknya Islam ke Indonesia pada abad 7-13?
2. Kerajaan Samudera Pasai (1267 M) dianggap sebagai kerajaan Islam pertama yang sukses di Nusantara. Analisis faktor UTAMA yang menyebabkan keberhasilan tersebut adalah...
3. Seorang peneliti menemukan bahwa wayang kulit yang semula menceritakan kisah Mahabharata kemudian diadaptasi untuk menceritakan kisah-kisah Islami. Fenomena ini PALING TEPAT menggambarkan strategi...
4. Mengapa pendekatan tasawuf (sufisme) sangat efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara?
5. Perhatikan data berikut:
• Batu nisan Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik (1082 M)
• Catatan Marco Polo tentang Perlak (1292 M)
• Makam Sultan Malik as-Saleh (1297 M)
Berdasarkan bukti historis di atas, kesimpulan yang PALING VALID adalah...
6. Seorang pedagang Muslim dari Gujarat pada abad ke-10 menikah dengan putri kepala suku lokal dan mendirikan masjid kecil di pelabuhan. Strategi ini menunjukkan pemahaman tentang...
7. Jika dibandingkan dengan penyebaran agama lain di Indonesia pada periode yang sama, karakteristik UNIK dari penyebaran Islam adalah...
8. Mengapa pesantren menjadi institusi pendidikan yang efektif dalam mempertahankan dan menyebarkan Islam di Indonesia?
9. Evaluasi pernyataan berikut:
"Keberhasilan Islam di Indonesia lebih disebabkan oleh faktor ekonomi daripada faktor spiritual."
Tanggapan yang PALING TEPAT terhadap pernyataan tersebut adalah...
10. Seorang sejarawan menyatakan: "Strategi dakwah para ulama abad 7-13 masih relevan untuk diterapkan di era digital saat ini." Argumen yang PALING KUAT untuk mendukung pernyataan tersebut adalah...
π€ Refleksi Pembelajaran
Renungkan Pembelajaran Anda
Setelah mempelajari materi ini, tuliskan refleksi Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Apa hal paling menarik yang Anda pelajari hari ini?
2. Bagaimana materi ini mengubah pemahaman Anda tentang sejarah Islam di Indonesia?
3. Nilai-nilai apa dari para ulama yang ingin Anda terapkan dalam kehidupan?
4. Apa tantangan yang Anda hadapi dalam memahami materi ini?
5. Bagaimana Anda akan menerapkan pembelajaran ini sebagai pelajar SMK?
π Sumber Belajar
A. Buku Referensi
- Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.
- Azra, Azyumardi. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Bandung: Mizan.
- Kartodirdjo, Sartono. (1993). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: Gramedia.
- Hamka. (2016). Sejarah Umat Islam. Jakarta: Gema Insani.
- Tjandrasasmita, Uka. (2009). Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Gramedia.
B. Sumber Primer Historis
- Prasasti dan Batu Nisan di Museum Nasional Indonesia
- Catatan Perjalanan Marco Polo (1292 M)
- Kronik Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai
- Naskah-naskah kuno di perpustakaan Leiden, Belanda
- Catatan Ibn Battuta tentang Asia Tenggara
C. Museum dan Situs Bersejarah
- Museum Tsunami Aceh: Dokumentasi sejarah Islam di Aceh
- Kompleks Makam Sultan Malik as-Saleh: Aceh Utara
- Museum Nasional Jakarta: Koleksi artefak Islam Nusantara
- Situs Barus: Pelabuhan kuno di Sumatera Utara
- Makam Troloyo: Kompleks makam Islam kuno di Jawa Timur
D. Jurnal dan Artikel Ilmiah
- Jurnal Lektur Keagamaan - Kementerian Agama RI
- Studia Islamika - Indonesian Journal for Islamic Studies
- Journal of Islamic Studies - Oxford University Press
- Archipel - Γtudes interdisciplinaires sur le monde insulindien
E. Video Pembelajaran (Rekomendasi)
- Dokumenter "Jejak Peradaban Islam di Nusantara" - NET TV
- Serial "Islami Heritage" - Metro TV
- Channel YouTube: Indonesia Heritage Channel
- Channel YouTube: Sejarah Islam Indonesia
π Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia (Abad 7-13) π
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Guru Pengampu: Kaniah, S.Ag., M.Pd.I
Kelas: X SMK
Elemen: Sejarah Peradaban Islam
π― Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menganalisis peran tokoh ulama dalam penyebaran Islam di Indonesia pada abad ke-7 hingga ke-13
- Mengevaluasi strategi dakwah yang digunakan para ulama dalam menyebarkan Islam
- Mensintesis hubungan antara strategi penyebaran Islam dengan kondisi sosial-budaya masyarakat Indonesia
- Mengkreasi pemahaman tentang relevansi metode dakwah klasik dengan konteks kekinian
- Menghargai jasa para ulama dalam membangun peradaban Islam di Nusantara
���️ Peta Konsep
Sejarah Islam di Indonesia (Abad 7-13)
1. Jalur Masuknya Islam
• Jalur Perdagangan (Gujarat, Persia, Arab)
• Jalur Maritim (Selat Malaka)
• Jalur Diplomasi dan Pernikahan
2. Tokoh Ulama Penyebar Islam
• Pedagang Muslim
• Ulama dan Sufi
• Sultan dan Penguasa
• Wali Songo (abad ke-15)
3. Strategi Penyebaran
• Perdagangan dan Ekonomi
• Pernikahan dan Keluarga
• Pendidikan dan Pesantren
• Kesenian dan Budaya
• Tasawuf dan Spiritual
4. Kerajaan Islam Pertama
• Kerajaan Perlak (abad ke-9)
• Kerajaan Samudera Pasai (abad ke-13)
• Kerajaan Aceh Darussalam
5. Dampak dan Hikmah
• Perubahan Sosial-Budaya
• Kemajuan Peradaban
• Integrasi Nilai Islam dengan Budaya Lokal
π Materi Pembelajaran
A. Jalur Masuknya Islam ke Indonesia
1. Jalur Perdagangan (Abad 7-8 M)
- Pedagang dari Gujarat, Persia, dan Arab berlayar ke Nusantara
- Pelabuhan Barus (Sumatera) menjadi pusat perdagangan kapur barus
- Kontak dagang memfasilitasi penyebaran Islam secara damai
2. Jalur Maritim
- Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional
- Pedagang Muslim singgah dan menetap di pelabuhan-pelabuhan
- Terbentuk komunitas Muslim di kota-kota pelabuhan
B. Periode Awal Islam di Nusantara
Abad 7-9 M: Fase Kontak Awal
- Pedagang Muslim mulai datang ke Nusantara
- Belum ada kerajaan Islam yang berdiri
- Islam tersebar melalui interaksi dagang
Abad 9-11 M: Fase Pembentukan Komunitas
- Kerajaan Perlak berdiri (sekitar 840 M) - kerajaan Islam pertama
- Komunitas Muslim semakin berkembang
- Masjid-masjid mulai dibangun
Abad 13 M: Fase Kerajaan Islam
- Kerajaan Samudera Pasai berdiri (1267 M)
- Sultan Malik as-Saleh sebagai raja pertama
- Pusat pendidikan Islam berkembang
- Marco Polo mencatat keberadaan kerajaan Islam di Sumatera (1292 M)
C. Strategi Penyebaran Islam
1. Pendekatan Damai dan Kultural
- Akulturasi Budaya: Mengadopsi unsur budaya lokal seperti wayang, gamelan, dan seni bangunan
- Tasawuf: Pendekatan spiritual yang sesuai dengan tradisi mistik Nusantara
- Pendidikan: Mendirikan pesantren dan lembaga pendidikan Islam
2. Jalur Ekonomi dan Sosial
- Perdagangan yang adil dan jujur menarik simpati masyarakat
- Pernikahan antara pedagang Muslim dengan penduduk lokal
- Memberikan bantuan sosial kepada masyarakat
3. Jalur Politik
- Raja dan bangsawan yang masuk Islam menjadi teladan
- Pembentukan kerajaan Islam yang kuat dan makmur
- Hubungan diplomatik dengan kerajaan Islam di luar Nusantara
D. Bukti Historis
- Batu Nisan Fatimah binti Maimun (1082 M): Ditemukan di Leran, Gresik - bukti adanya Muslim di Jawa abad ke-11
- Catatan Marco Polo (1292 M): Menyebut keberadaan kerajaan Islam Perlak di Sumatera
- Makam Sultan Malik as-Saleh (1297 M): Bukti keberadaan Kerajaan Samudera Pasai
- Prasasti dan Naskah Kuno: Dokumen-dokumen yang mencatat perkembangan Islam
π€ Tokoh Ulama dan Strategi Penyebaran Islam
Sultan Malik as-Saleh
Periode: Abad ke-13 (wafat 1297 M)
Peran: Raja pertama Kerajaan Samudera Pasai
Strategi:
- Menjadikan Islam sebagai agama kerajaan
- Membangun masjid dan pusat pendidikan
- Menjalin hubungan dagang dengan kerajaan Islam
- Memberikan perlindungan kepada ulama dan pedagang Muslim
Pedagang Muslim Gujarat
Periode: Abad ke-7 hingga ke-13
Peran: Pelopor penyebar Islam melalui jalur perdagangan
Strategi:
- Berdagang dengan jujur dan adil
- Menikah dengan penduduk lokal
- Membangun komunitas Muslim di pelabuhan
- Mengajarkan Islam melalui interaksi sehari-hari
Ulama Sufi Persia
Periode: Abad ke-9 hingga ke-13
Peran: Penyebar Islam melalui pendekatan spiritual
Strategi:
- Menggunakan pendekatan tasawuf yang lembut
- Mengadaptasi ajaran dengan budaya lokal
- Mendirikan zawiyah (tempat pengajaran sufi)
- Menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan
Panglima dan Bangsawan Muslim
Periode: Abad ke-11 hingga ke-13
Peran: Pemimpin politik yang memperkuat Islam
Strategi:
- Memberikan contoh kepemimpinan Islami
- Membangun institusi pemerintahan berbasis syariah
- Melindungi penyebaran Islam
- Mendirikan kerajaan-kerajaan Islam
Seniman dan Budayawan Muslim
Periode: Abad ke-12 hingga ke-13
Peran: Penyebar Islam melalui seni dan budaya
Strategi:
- Menggunakan wayang untuk dakwah
- Menciptakan musik dan tembang Islami
- Memadukan kaligrafi Arab dengan seni lokal
- Mengajarkan Islam melalui cerita dan hikayat
Guru dan Pendidik Muslim
Periode: Abad ke-10 hingga ke-13
Peran: Membangun sistem pendidikan Islam
Strategi:
- Mendirikan madrasah dan pesantren
- Mengajarkan Al-Qur'an dan bahasa Arab
- Mendidik kader-kader dakwah
- Mencetak ulama lokal
Kesamaan Strategi Para Ulama
- Pendekatan Damai: Tidak menggunakan kekerasan dalam penyebaran Islam
- Akulturasi Budaya: Menghormati dan mengadopsi budaya lokal yang tidak bertentangan dengan Islam
- Keteladanan: Menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari
- Pendidikan: Mendirikan lembaga pendidikan untuk menyebarkan ilmu
- Ekonomi: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perdagangan yang adil
- Spiritual: Menggunakan pendekatan tasawuf yang menyentuh hati
π‘ Hikmah Mempelajari Materi
1. Memahami Akar Sejarah Islam di Indonesia
Dengan mempelajari sejarah penyebaran Islam, kita memahami bahwa Islam telah menjadi bagian integral dari peradaban Nusantara selama lebih dari 1000 tahun. Pemahaman ini memperkuat identitas kita sebagai Muslim Indonesia.
2. Menghargai Metode Dakwah yang Damai
Para ulama penyebar Islam menggunakan pendekatan damai, kultural, dan penuh hikmah. Ini mengajarkan kita bahwa dakwah yang efektif adalah dakwah yang menghormati kemanusiaan dan tidak memaksa.
3. Meneladani Akhlak Para Ulama
Kesuksesan penyebaran Islam sangat bergantung pada akhlak mulia para ulama. Kejujuran dalam berdagang, kesabaran dalam mengajar, dan kerendahan hati dalam bergaul menjadi kunci diterimanya Islam oleh masyarakat.
4. Memahami Pentingnya Akulturasi
Islam tidak menghapus budaya lokal, tetapi memurnikannya. Strategi akulturasi menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai budaya tanpa kehilangan esensinya.
5. Menyadari Peran Pendidikan
Pesantren dan madrasah menjadi tulang punggung penyebaran Islam. Ini menunjukkan pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban. Sebagai generasi muda, kita harus menghargai dan memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.
6. Belajar Strategi Dakwah Kontemporer
Metode dakwah para ulama klasik tetap relevan untuk masa kini:
- Gunakan media modern (seperti teknologi digital) untuk dakwah
- Tunjukkan Islam melalui perilaku, bukan hanya kata-kata
- Hormati keberagaman dan jangan memaksakan kehendak
- Bangun jaringan dan komunitas yang kuat
- Tingkatkan kualitas diri melalui pendidikan
7. Membangun Toleransi dan Persatuan
Sejarah penyebaran Islam di Indonesia menunjukkan bahwa Islam berkembang dalam masyarakat yang beragam. Ini mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan membangun persatuan dalam keberagaman.
π Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan analitis dan kritis berdasarkan pemahaman Anda terhadap materi!
✅ Kuis Asesmen Sumatif
Petunjuk:
- Kuis terdiri dari 10 soal pilihan ganda dengan tingkat HOTS (Higher Order Thinking Skills)
- Pilih satu jawaban yang paling tepat
- Klik tombol "Cek Jawaban" untuk melihat hasil
- Klik tombol "Ulangi Kuis" untuk mengerjakan ulang
1. Perhatikan pernyataan berikut:
I. Jalur perdagangan Gujarat-Nusantara
II. Penaklukan militer oleh tentara Arab
III. Pernikahan pedagang Muslim dengan penduduk lokal
IV. Misi resmi dari Khalifah Baghdad
Dari pernyataan di atas, manakah yang PALING AKURAT menggambarkan jalur masuknya Islam ke Indonesia pada abad 7-13?
2. Kerajaan Samudera Pasai (1267 M) dianggap sebagai kerajaan Islam pertama yang sukses di Nusantara. Analisis faktor UTAMA yang menyebabkan keberhasilan tersebut adalah...
3. Seorang peneliti menemukan bahwa wayang kulit yang semula menceritakan kisah Mahabharata kemudian diadaptasi untuk menceritakan kisah-kisah Islami. Fenomena ini PALING TEPAT menggambarkan strategi...
4. Mengapa pendekatan tasawuf (sufisme) sangat efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara?
5. Perhatikan data berikut:
• Batu nisan Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik (1082 M)
• Catatan Marco Polo tentang Perlak (1292 M)
• Makam Sultan Malik as-Saleh (1297 M)
Berdasarkan bukti historis di atas, kesimpulan yang PALING VALID adalah...
6. Seorang pedagang Muslim dari Gujarat pada abad ke-10 menikah dengan putri kepala suku lokal dan mendirikan masjid kecil di pelabuhan. Strategi ini menunjukkan pemahaman tentang...
7. Jika dibandingkan dengan penyebaran agama lain di Indonesia pada periode yang sama, karakteristik UNIK dari penyebaran Islam adalah...
8. Mengapa pesantren menjadi institusi pendidikan yang efektif dalam mempertahankan dan menyebarkan Islam di Indonesia?
9. Evaluasi pernyataan berikut:
"Keberhasilan Islam di Indonesia lebih disebabkan oleh faktor ekonomi daripada faktor spiritual."
Tanggapan yang PALING TEPAT terhadap pernyataan tersebut adalah...
10. Seorang sejarawan menyatakan: "Strategi dakwah para ulama abad 7-13 masih relevan untuk diterapkan di era digital saat ini." Argumen yang PALING KUAT untuk mendukung pernyataan tersebut adalah...
π€ Refleksi Pembelajaran
Renungkan Pembelajaran Anda
Setelah mempelajari materi ini, tuliskan refleksi Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Apa hal paling menarik yang Anda pelajari hari ini?
2. Bagaimana materi ini mengubah pemahaman Anda tentang sejarah Islam di Indonesia?
3. Nilai-nilai apa dari para ulama yang ingin Anda terapkan dalam kehidupan?
4. Apa tantangan yang Anda hadapi dalam memahami materi ini?
5. Bagaimana Anda akan menerapkan pembelajaran ini sebagai pelajar SMK?
π Sumber Belajar
A. Buku Referensi
- Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi.
- Azra, Azyumardi. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII. Bandung: Mizan.
- Kartodirdjo, Sartono. (1993). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: Gramedia.
- Hamka. (2016). Sejarah Umat Islam. Jakarta: Gema Insani.
- Tjandrasasmita, Uka. (2009). Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Gramedia.
B. Sumber Primer Historis
- Prasasti dan Batu Nisan di Museum Nasional Indonesia
- Catatan Perjalanan Marco Polo (1292 M)
- Kronik Melayu dan Hikayat Raja-Raja Pasai
- Naskah-naskah kuno di perpustakaan Leiden, Belanda
- Catatan Ibn Battuta tentang Asia Tenggara
C. Museum dan Situs Bersejarah
- Museum Tsunami Aceh: Dokumentasi sejarah Islam di Aceh
- Kompleks Makam Sultan Malik as-Saleh: Aceh Utara
- Museum Nasional Jakarta: Koleksi artefak Islam Nusantara
- Situs Barus: Pelabuhan kuno di Sumatera Utara
- Makam Troloyo: Kompleks makam Islam kuno di Jawa Timur
D. Jurnal dan Artikel Ilmiah
- Jurnal Lektur Keagamaan - Kementerian Agama RI
- Studia Islamika - Indonesian Journal for Islamic Studies
- Journal of Islamic Studies - Oxford University Press
- Archipel - Γtudes interdisciplinaires sur le monde insulindien
E. Video Pembelajaran (Rekomendasi)
- Dokumenter "Jejak Peradaban Islam di Nusantara" - NET TV
- Serial "Islami Heritage" - Metro TV
- Channel YouTube: Indonesia Heritage Channel
- Channel YouTube: Sejarah Islam Indonesia
F. Website dan Platform Digital
- islam.nu.or.id - Portal Islam Nusantara
- kebudayaan.kemdikbud.go.id - Warisan Budaya Indonesia
- Museum Virtual Kebudayaan Indonesia
- Digital Library Nasional - Koleksi Naskah Kuno
No comments:
Post a Comment