Sharing and learning Together

Name

Email *

Message *

Friday, 18 July 2025

Kuis Pemantik Berpikir Kritis QS Ali Imran 190-191

Berpikir Kritis: QS Ali Imran 190-191

Berpikir Kritis: QS Ali Imran Ayat 190-191

Memahami QS Ali Imran Ayat 190-191

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

(190) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Gambar Langit dan Bumi

Gambar: Ilustrasi Langit dan Bumi sebagai tanda kebesaran Allah.

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(191) (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Gambar Siang dan Malam

Gambar: Ilustrasi pergantian siang dan malam.

Pentingnya Berpikir Kritis dalam Islam

Ayat 190 dan 191 dari Surah Ali Imran adalah landasan penting dalam Islam yang mendorong umatnya untuk senantiasa menggunakan akal dan pikiran. Allah SWT menciptakan alam semesta ini dengan segala keindahan dan keteraturannya bukan tanpa makna. Setiap detail, mulai dari penciptaan langit dan bumi yang luas, hingga silih bergantinya siang dan malam, adalah "ayat" atau tanda-tanda kebesaran-Nya.

Bagi "ulu al-albab" (orang-orang yang berakal), tanda-tanda ini tidak hanya sekadar pemandangan, melainkan objek renungan yang mendalam. Mereka tidak hanya melihat dengan mata, tetapi juga dengan hati dan pikiran, untuk memahami hikmah di balik setiap ciptaan.

Ayat 191 lebih lanjut menjelaskan ciri-ciri orang yang berakal: mereka adalah yang senantiasa mengingat Allah dalam segala kondisi (berdiri, duduk, berbaring) dan yang paling penting, mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. Hasil dari pemikiran kritis ini adalah kesadaran bahwa semua ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia. Ini mengarah pada pengakuan akan keesaan dan kesempurnaan Allah, serta permohonan perlindungan dari siksa neraka.

Jadi, berpikir kritis dalam konteks ayat ini berarti:

  • Observasi: Memperhatikan fenomena alam.
  • Refleksi: Merenungkan makna di balik fenomena tersebut.
  • Koneksi: Menghubungkan ciptaan dengan Sang Pencipta.
  • Kesimpulan: Menyadari bahwa semua ciptaan memiliki tujuan dan hikmah, serta menguatkan keimanan.

Kemampuan berpikir kritis ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, membantu kita membuat keputusan yang bijak, memahami kompleksitas dunia, dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

No comments:

Post a Comment