Sharing and learning Together

Name

Email *

Message *

Saturday, 19 July 2025

Materi Interaktif: Syuabul Iman,memenuhi janji, mensyukuri nikmat, memelihara lisan dan menutup aib orang lain (PAI XI SMK)

Cabang-cabang Iman: Media Interaktif PAI SMK Kelas XI

Jejak Iman: Cabang-cabang Iman

Media Pembelajaran Interaktif PAI SMK Kelas XI

Tujuan Pembelajaran

Tujuan Belajar
  • Memahami pengertian cabang-cabang iman: memenuhi janji, mensyukuri nikmat, memelihara lisan, dan menutup aib orang lain.
  • Mengidentifikasi dalil naqli yang berkaitan dengan cabang-cabang iman tersebut.
  • Menganalisis contoh-contoh perilaku yang mencerminkan cabang-cabang iman dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menjelaskan manfaat dan hikmah dari mengamalkan cabang-cabang iman.
  • Menerapkan nilai-nilai cabang iman dalam interaksi sosial dan pribadi.
  • Mengembangkan sikap kritis dan reflektif terhadap perilaku diri dan orang lain terkait cabang-cabang iman.

Pengertian Cabang-cabang Iman

1. Memenuhi Janji

Memenuhi Janji

Memenuhi janji adalah menunaikan apa yang telah diucapkan atau disepakati kepada orang lain, baik secara lisan maupun tulisan, dalam batas kemampuan. Ini adalah salah satu ciri orang beriman dan bentuk integritas diri.

Janji bisa berupa kesepakatan kecil seperti datang tepat waktu, hingga komitmen besar seperti perjanjian bisnis atau pernikahan. Melanggar janji dapat merusak kepercayaan, baik dari diri sendiri maupun orang lain, serta dapat menimbulkan dosa.

Dalam Islam, memenuhi janji adalah kewajiban yang sangat ditekankan, menunjukkan kejujuran dan tanggung jawab seorang Muslim.

2. Mensyukuri Nikmat

Mensyukuri Nikmat

Mensyukuri nikmat adalah mengakui, menghargai, dan menggunakan segala karunia yang diberikan Allah SWT dengan sebaik-baiknya sesuai kehendak-Nya. Nikmat tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, waktu luang, ilmu, keluarga, bahkan iman itu sendiri.

Bentuk syukur meliputi: Syukur dengan hati (meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah), Syukur dengan lisan (mengucapkan alhamdulillah), dan Syukur dengan perbuatan (menggunakan nikmat untuk ketaatan dan kebaikan).

Kufur nikmat (tidak bersyukur) dapat menyebabkan hilangnya nikmat tersebut dan mendatangkan azab Allah.

3. Memelihara Lisan

Memelihara Lisan

Memelihara lisan berarti menjaga ucapan dari hal-hal yang buruk, kotor, menyakitkan, fitnah, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, sumpah palsu, dan perkataan sia-sia lainnya.

Lisan adalah anugerah besar yang bisa membawa kebaikan atau keburukan. Satu kata yang tidak terjaga bisa merusak hubungan, menimbulkan permusuhan, bahkan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka.

Penting untuk selalu berkata jujur, santun, bermanfaat, dan memilih diam jika tidak ada kebaikan dalam perkataan.

4. Menutup Aib Orang Lain

Menutup Aib Orang Lain

Menutup aib orang lain adalah tidak menyebarluaskan kekurangan, kesalahan, atau keburukan seseorang yang tidak ingin diketahui umum, kecuali dalam kondisi darurat atau untuk tujuan maslahat syar'i (misal: melaporkan kejahatan kepada pihak berwenang).

Ini adalah bentuk menjaga kehormatan sesama Muslim dan menunjukkan rasa kasih sayang. Membuka aib orang lain sama dengan ghibah dan dapat merusak reputasi serta menimbulkan permusuhan.

Allah SWT akan menutup aib kita di akhirat jika kita senantiasa menutup aib saudara kita di dunia.

Dalil Naqli Cabang-cabang Iman

1. Memenuhi Janji

QS. Al-Ma'idah (5): 1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu..."

Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

"Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat."

Dalil Memenuhi Janji

2. Mensyukuri Nikmat

QS. Ibrahim (14): 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"

Hadis Riwayat Muslim

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik. Dan itu tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu baik baginya."

Dalil Mensyukuri Nikmat

3. Memelihara Lisan

QS. Al-Ahzab (33): 70

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."

Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."

Dalil Memelihara Lisan

4. Menutup Aib Orang Lain

Hadis Riwayat Muslim

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

"Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat."

QS. An-Nur (24): 19 (tentang menyukai tersebarnya perbuatan keji)

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Dalil Menutup Aib

Contoh Perilaku dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Memenuhi Janji

  • Jika berjanji akan datang tepat waktu untuk kerja kelompok, datanglah sesuai waktu yang disepakati.
  • Mengembalikan buku yang dipinjam dari teman sesuai tanggal yang dijanjikan.
  • Menyelesaikan tugas sekolah atau pekerjaan rumah yang telah disanggupi kepada orang tua atau guru.
  • Menepati komitmen untuk tidak menunda-nunda pekerjaan yang harus diselesaikan.
  • Tidak membatalkan janji bertemu tanpa alasan yang syar'i dan pemberitahuan sebelumnya.
Contoh Memenuhi Janji

2. Mensyukuri Nikmat

  • Mengucapkan "Alhamdulillah" ketika mendapatkan nilai bagus, sehat, atau rezeki.
  • Menggunakan waktu luang untuk belajar, beribadah, atau membantu orang lain, bukan untuk hal sia-sia.
  • Menjaga kesehatan tubuh dengan makan makanan bergizi dan berolahraga.
  • Berbagi sebagian rezeki dengan yang membutuhkan (sedekah).
  • Memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan dan kemajuan, bukan untuk kesombongan.
Contoh Mensyukuri Nikmat

3. Memelihara Lisan

  • Berpikir sebelum berbicara, apakah perkataan tersebut bermanfaat atau tidak.
  • Tidak ikut-ikutan menyebarkan gosip atau berita yang belum jelas kebenarannya.
  • Menghindari perkataan kasar, mengejek, atau menghina teman.
  • Berbicara jujur meskipun pahit, namun dengan cara yang santun.
  • Menjaga rahasia teman atau keluarga yang tidak boleh disebarkan.
Contoh Memelihara Lisan

4. Menutup Aib Orang Lain

  • Jika mengetahui teman melakukan kesalahan yang tidak merugikan orang lain, menasihatinya secara pribadi, bukan menyebarkannya.
  • Tidak menceritakan keburukan atau kekurangan orang lain di media sosial atau di forum umum.
  • Menjaga privasi keluarga dan tidak membuka masalah internal rumah tangga kepada orang luar.
  • Jika melihat seseorang berbuat maksiat secara sembunyi-sembunyi, berusaha menasihatinya dan tidak menampakkannya kepada umum.
  • Tidak mencari-cari kesalahan atau aib orang lain.
Contoh Menutup Aib

Manfaat dan Hikmah Mengamalkan Cabang-cabang Iman

1. Memenuhi Janji

  • Membangun kepercayaan dan kredibilitas diri di mata orang lain.
  • Menciptakan hubungan yang harmonis dan langgeng.
  • Mendapatkan ridha Allah SWT dan pahala.
  • Menjauhkan diri dari sifat munafik.
  • Meningkatkan integritas dan harga diri.
Manfaat Memenuhi Janji

2. Mensyukuri Nikmat

  • Nikmat akan ditambah oleh Allah SWT.
  • Hati menjadi lebih tenang, damai, dan terhindar dari sifat serakah.
  • Mendapatkan keberkahan dalam hidup.
  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
  • Menjadi pribadi yang lebih positif dan optimis.
Manfaat Mensyukuri Nikmat

3. Memelihara Lisan

  • Terhindar dari dosa-dosa lisan (ghibah, fitnah, dusta).
  • Menciptakan suasana komunikasi yang positif dan harmonis.
  • Mendapatkan simpati dan kepercayaan orang lain.
  • Menjaga kehormatan diri dan orang lain.
  • Mendapatkan pahala dari perkataan yang baik dan bermanfaat.
Manfaat Memelihara Lisan

4. Menutup Aib Orang Lain

  • Aib diri sendiri akan ditutupi oleh Allah SWT di dunia dan akhirat.
  • Menciptakan lingkungan sosial yang saling menghargai dan tidak saling menjatuhkan.
  • Menjaga kehormatan sesama Muslim.
  • Mendapatkan pahala dari Allah SWT.
  • Membangun rasa persaudaraan dan kasih sayang.
Manfaat Menutup Aib

Kuis Interaktif: Uji Pemahamanmu!

Format Refleksi Diri

Setelah mempelajari cabang-cabang iman ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk merenungkan dan merefleksikan diri.

Sumber Bacaan dan Referensi

  • Al-Qur'an dan Terjemahannya.
  • Kitab Hadis Shahih Bukhari dan Muslim.
  • Buku PAI dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI Kurikulum Merdeka.
  • Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani.
  • Riyadhus Shalihin oleh Imam An-Nawawi.
  • Situs-situs keislaman terpercaya (misal: Rumaysho.com, Muslim.or.id, NU Online).
  • Buku-buku akhlak dan tasawuf yang relevan.
Sumber Bacaan

No comments:

Post a Comment