Peran Organisasi Islam di Indonesia
Media Pembelajaran Interaktif untuk PAI Kelas XII SMK
Media Pembelajaran Interaktif untuk PAI Kelas XII SMK
Organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berhaluan tradisionalis dan moderat.
Gerakan Islam modernis yang fokus pada pembaharuan dan amal usaha sosial.
Organisasi Islam yang menekankan pada pemurnian akidah dan syariah Islam.
Gabungan dari dua organisasi Islam lokal yang fokus pada pendidikan dan dakwah.
Organisasi Islam yang didirikan oleh para keturunan Arab dan berorientasi pada pemurnian akidah dan pendidikan.
Didirikan pada 31 Januari 1926 oleh para ulama pesantren di Surabaya, Jawa Timur. NU didirikan sebagai respons terhadap dinamika Islam di dunia, khususnya di Timur Tengah, serta untuk melestarikan ajaran Islam yang berlandaskan pada madzhab Ahlussunnah wal Jama'ah.
Didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta oleh KH. Ahmad Dahlan. Tujuannya adalah untuk memurnikan ajaran Islam dari TBC (Takhayul, Bid'ah, Churafat) dan mengangkat harkat martabat umat Islam melalui jalur pendidikan dan sosial.
Didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh sekelompok ulama dan cendekiawan. Persis berfokus pada pemahaman Islam murni berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta menolak bid'ah dan takhayul.
Didirikan melalui penggabungan dua organisasi, yaitu Persyarikatan Ulama (1917) yang dipimpin oleh KH. Abdul Halim dan Perikatan Umat Islam (1918) oleh KH. Ahmad Sanusi. Penggabungan resmi dilakukan pada tahun 1952. Organisasi ini fokus pada pendidikan dan dakwah untuk kemajuan umat.
Didirikan pada 6 September 1914 di Jakarta oleh Syekh Ahmad Surkati. Gerakan ini memiliki tujuan untuk memurnikan ajaran Islam dan memberantas takhayul, bid'ah, dan khurafat (TBC) yang sudah berkembang di masyarakat. Al-Irsyad memiliki peran penting dalam pendidikan melalui pendirian sekolah-sekolah dan madrasah.
Mengeluarkan Resolusi Jihad pada tahun 1945 yang mewajibkan umat Islam untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Banyak ulama dan santri NU yang terlibat langsung dalam pertempuran.
Berkontribusi melalui jalur pendidikan dan sosial, mencetak kader-kader yang memiliki kesadaran nasionalisme tinggi. Tokoh-tokohnya aktif di berbagai pergerakan kemerdekaan, termasuk BPUPKI dan PPKI.
Berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama dan stabilitas nasional. NU juga memiliki banyak lembaga pendidikan dan sosial, serta mendorong ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan UMKM.
Terus mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan (sekolah, universitas), kesehatan (rumah sakit), dan sosial. Muhammadiyah menjadi salah satu pilar utama pembangunan bangsa, khususnya di sektor pendidikan dan pelayanan publik.
Skor Anda:
Setelah mempelajari materi ini, coba tuliskan hal-hal berikut:
No comments:
Post a Comment