Sejarah Peradaban Islam
Peran Tokoh Islam Nusantara & Kejayaan Abad Pertengahan
Guru Pengampu: Kaniah, S.Ag.M.Pd.I
Selamat Datang di Media Pembelajaran Interaktif!
Silakan gunakan tombol navigasi di atas untuk menjelajahi materi. Mulailah dari "Tujuan" untuk memahami target pembelajaran kita hari ini. Selamat belajar dan semoga menyenangkan!
Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik dapat menganalisis peran tokoh Islam Nusantara dalam penyebaran ajaran Islam di dunia.
- Peserta didik mampu mengidentifikasi perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan (The Golden Age of Islam).
- Peserta didik dapat menguraikan esensi gerakan-gerakan pembaharuan Islam dan pokok-pokok pemikirannya.
- Peserta didik dapat memberikan contoh konkret hasil peradaban Islam di Spanyol dan Eropa sebagai bukti kejayaan masa lampau.
- Peserta didik mampu mengambil hikmah dan meneladani semangat para tokoh dalam memajukan peradaban Islam.
Peta Konsep
Penjelasan Materi
A. Peran Tokoh Islam Nusantara di Dunia
Meskipun sering dianggap sebagai "wilayah pinggiran", Nusantara telah melahirkan ulama-ulama besar yang karyanya diakui dunia. Mereka tidak hanya berdakwah di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan ulama internasional di Haramain (Mekah & Madinah). Peran mereka sangat signifikan dalam transmisi ilmu pengetahuan Islam.
Syekh Nawawi al-Bantani
Dikenal sebagai "Sayyid Ulama al-Hijaz" (Pemimpin Ulama Hijaz), karya-karyanya, seperti tafsir Al-Munir, menjadi rujukan di berbagai universitas Islam dunia, termasuk Al-Azhar di Mesir.
Syekh Yusuf al-Makassari
Seorang ulama, sufi, dan pejuang dari Gowa. Setelah diasingkan ke Sri Lanka dan Afrika Selatan, ia justru menyebarkan Islam di sana dan dianggap sebagai pahlawan nasional Afrika Selatan.
B. Perkembangan Islam pada Masa Kejayaan (Abad Pertengahan)
Periode ini (sekitar abad ke-8 hingga ke-13 M) adalah masa ketika peradaban Islam menjadi pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan inovasi dunia. Berpusat di Baghdad (Daulah Abbasiyah), Kairo, dan Cordoba, dunia Islam mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang:
- Ilmu Pengetahuan: Penerjemahan besar-besaran karya Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab. Lahirnya ilmuwan seperti Al-Khawarizmi (Aljabar), Ibnu Sina (Kedokteran), dan Al-Farabi (Filsafat).
- Teknologi: Inovasi dalam bidang irigasi, astronomi (astrolab), dan optik.
- Seni & Arsitektur: Pembangunan masjid-masjid megah, istana, dan kota-kota dengan tata ruang yang terencana.
C. Gerakan Pembaharuan Islam
Menyusul kemunduran dunia Islam, muncul gerakan-gerakan pembaharuan (tajdid) pada abad ke-18 dan 19. Gerakan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat kemajuan Islam dengan cara kembali kepada sumber asli (Al-Qur'an dan Sunnah) sambil membuka diri terhadap ilmu pengetahuan modern.
Pokok Pikiran Pembaharuan:
- Pan-Islamisme (Jamaluddin al-Afghani): Ide persatuan seluruh umat Islam di dunia untuk melawan kolonialisme.
- Modernisme Islam (Muhammad Abduh): Menekankan pentingnya rasionalitas (akal) dan pendidikan modern yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam.
- Purifikasi (Muhammad bin Abdul Wahhab): Gerakan pemurnian ajaran Islam dari praktik-praktik yang dianggap bid'ah dan syirik.
Contoh Hasil Peradaban di Spanyol
Al-Andalus (Spanyol Islam) adalah bukti nyata puncak peradaban Islam di Eropa. Selama hampir 800 tahun, wilayah ini menjadi jembatan transfer ilmu pengetahuan ke benua Eropa dan memicu Renaissance.
Istana Alhambra, Granada
Sebuah kompleks istana dan benteng yang megah, menunjukkan puncak seni arsitektur Islam dengan detail kaligrafi, ukiran geometris, dan taman-taman air yang indah. Alhambra adalah simbol keindahan, kekuasaan, dan peradaban maju.
Masjid Agung Cordoba
Kini menjadi katedral, bangunan ini terkenal dengan ratusan pilar dan lengkungan tapal kuda berwarna merah-putih yang menciptakan efek visual tak terbatas. Pada masanya, Cordoba adalah kota terbesar dan pusat intelektual Eropa.
Hikmah Mempelajari Sejarah
Menumbuhkan rasa bangga dan optimisme bahwa umat Islam pernah memimpin peradaban dunia, sehingga memotivasi untuk kembali berkarya.
Menyadari bahwa kemajuan peradaban Islam dibangun di atas semangat literasi, keterbukaan pada ilmu pengetahuan, dan toleransi.
Memahami bahwa kemunduran terjadi ketika umat Islam menjauhi semangat ijtihad (pemikiran kritis) dan inovasi.
Belajar dari sejarah bahwa kolaborasi antara berbagai bangsa dan agama (seperti di Al-Andalus) dapat menghasilkan peradaban yang gemilang.
Kuis Interaktif (HOTS)
Hasil Kuis
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Analisis Komparatif Tokoh dan Peradaban
Petunjuk: Kerjakan tugas di bawah ini secara individu atau kelompok untuk memperdalam pemahaman materi.
Kegiatan 1: Menjodohkan
Jodohkan nama tokoh/konsep di Kolom A dengan deskripsi yang paling sesuai di Kolom B.
| Kolom A | Kolom B |
|---|---|
| 1. Syekh Nawawi al-Bantani | A. Istana megah di Granada, Spanyol. |
| 2. Al-Khawarizmi | B. Pencetus ide persatuan umat Islam sedunia. |
| 3. Istana Alhambra | C. Penulis tafsir Al-Munir dan "Sayyid Ulama al-Hijaz". |
| 4. Jamaluddin al-Afghani | D. Ilmuwan Muslim penemu Aljabar. |
Kegiatan 2: Analisis Kritis (Esai Singkat)
Pilih salah satu pertanyaan di bawah ini dan jawablah dalam 3-5 kalimat!
- Menurut analisismu, mengapa peradaban Islam di Cordoba bisa begitu maju dan berpengaruh terhadap Eropa, sementara di belahan dunia lain tidak sepesat itu?
- Jika semangat pembaharuan Muhammad Abduh diterapkan di Indonesia saat ini, aspek apa saja dalam kehidupan berbangsa yang menurutmu perlu diperbaiki? Jelaskan alasanmu!
Refleksi Pembelajaran
Mari sejenak merenung. Setelah mempelajari seluruh materi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dalam hatimu atau diskusikan dengan teman.
Apa satu hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini?
Sikap atau semangat apa dari para tokoh yang telah kita bahas yang paling ingin kamu teladani dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana pengetahuan tentang kejayaan masa lalu ini bisa memotivasimu untuk menjadi pelajar yang lebih baik dan berkontribusi bagi bangsa di masa depan?
Bagian mana dari materi yang masih membuatmu bingung atau ingin kamu pelajari lebih dalam?
Sumber Bacaan
- Badri Yatim, M.A. (2016). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
- Philip K. Hitti. (2002). History of the Arabs. Terjemahan oleh R. Cecep Lukman Yasin dan Dedi Slamet Riyadi. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
- Azyumardi Azra. (2004). The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia. Allen & Unwin.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI.
No comments:
Post a Comment